
Percayakah kalian pada takdir?
Apakah pertemuanku dengannya merupakan takdir?
Apakah hari ini aku berada disini merupakan takdir?
Apakah air mata sahabatku hari ini juga merupakan takdir?
Kita tidak dilahirkan saling mengenal, tidak ada manusia yang dilahirkan mengetahui siapa dirinya dan mengetahui siapa yang akan ditemuinya suatu hari. Semua berjalan seperti sebuah sistem, membutuhkan proses untuk terbentuk. Dan proses itu tidak selalu berjalan seperti apa yang kita inginkan.
Aku tidak bisa meminta akan dilahirkan dimana sama halnya dengan tak bisanya aku meminta akan dilahirkan siapa. Pertemuanku dengannya pun aku tak memintanya. Semuanya terjadi begitu saja. Tapi aku senang bisa mengenalnya -mengenal mereka- sebagai sahabatku.
Satu semester lebih aku mengenal mereka. Tawa, canda, kekonyolan, tangis, mengisi hari-hari kami. Terkadang kesedihan yang menyesakkan dada dapat terhapuskan karena kehadiran mereka. Bahkan keinginan kabur dari camp saat KKM pun masih terbendung berkat mereka >.<)'.
Hari ini, ditempat kami biasa bercanda sambil menegak jus sirsat, air mata kembali menetes. Sebuah masalah rumit yang mungkin aku pun akan menangis jika mengalami hal yang sama. Ketika kita dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit sebuah pengorbananlah yang harus ditempuh. Di saat-saat seperti itu hanya pengertian dan dukungan dari orang-orang disekitar kitalah yang menjadi lentera penerang. Aku tak tahu apakah kehadiranku dan yang lain membuatnya menjadi lebih baik. Yang pasti kami mengusahakan yang terbaik yang bisa kami lakukan untuknya dan berharap semua akan baik-baik saja.
Apakah takdir yang membawa kami pada hari ini?
Apakah pertemuan dan perpisahan ini juga merupakan takdir?
only GOD know HOw!!!!!
BalasHapushehe..iya...
BalasHapus