
Repot juga ya kalau punya prinsip yang berbeda dengan orang-orang disekitar kita. Terkadang jadi merasa "alone". Tetapi, melakukan hal yang tidak sesuai dengan kata hati apa bedanya dengan membohongi diri sendiri dan menyakiti diri sendiri? Lebih tepat dikatakan "munafik". Sebisa mungkin harus gw hindari. Prinsip yang gw bangun sejak gw berada ditempat itu harus tetap bisa bertahan.
Seorang teman mengatakan, "komitmen yang salah harus diluruskan", tapi kan berdasarkan prinsip gw komitmen gw gak salah juga. Benar atau tidakknya tindakan mereka itu relatif tergantung siapa yang menilai. Lagian mereka tidak bisa men-judge tindakan mereka itu benar. Mungkin tujuannya memang baik "untuk membina", tapi sadarkah dibalik itu ada unsur "balas dendam" dan "pembunuhan karakter". Toh, gw dan "kalian" yang pernah "dibina biar bermental kuat" tetap saja yang cengeng tetap cengeng, yang dilatih jadi "pemimpin" juga tetap cengeng didepan "yang dipimpin". Terus bedanya apa?
Bisa dibilang menyesal ada dilingkungan seperti itu, tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur terjebak. Andai tahu sebelumnya keadaan tempat itu mungkin sekarang tidak akan pernah memilih tempat itu.
Eh..di post gw sebelumnya , gw pernah bilang "mereka" itu "sekumpulan orang-orang tolol" kan? Makanya gw juga nggak mau jadi bagian dari ketololan mereka. Lagipula gw nggak dapet ijin dari ortu gw jadi gw juga nggak mau cari-cari masalah sama ortu gw, daripada gw nyesel seumur hidup di cap jadi anak pembelot ke ortu.
Gw minta maaf kalau mungkin ada yang tersinggung, dan lebih-lebih gw minta maaf ke orang yang gw sayang, alasan gw semangat datang kekampus tapi mungkin gw udah kecewain dia. Walau pernah menjadi bagian dari ketololan itu tapi u're the only exception...thanks for the support ^^
