
Akhirnya aku sadar, kehidupan bukan hanya sekelumit lingkup dalam rumah tetapi banyak hal di luar sana yang membuat aku belajar, belajar mencintai, belajar memaafkan, belajar untuk sabar, belajar untuk menghargai orang lain, belajar bertahan dan menjadi orang yang lebih tegar. Hal tersulit adalah belajar menerima kenyataan.
Pernah kusesali diriku yang terlahir sebagai seorang wanita. Dulu aku sempat malu ketika harus berdandan sebagai seorang cewek. Aku merasa lebih nyaman dengan kaos oblong dan celana cowok. Aku selalu menghindari baju-baju cewek ketika berada didepartment store. Selalu mencari baju baru di tumpukan baju cowok. Entah mengapa aku merasa harusnya terlahir sebagai seorang cowok.
Kini didepan cermin terpantul bayangan seorang cewek yang begitu anggun mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tertawa lirih melihat hal ini. Itu aku yang sekarang. Waktu mengubah segalanya, tetapi aku tak sadar kapan waktu mengubahku. Sosok ini tak pernah terbayang oleh diriku yang dulu. Kini aku bangga terlahir sebagai seorang wanita. Karena sebagai wanita aku belajar segalanya. Aku mencintai dan dicintai seseorang sebagai wanita. Aku memaafkan orang lain karena hati lembut seorang wanita. Aku belajar menahan amarah dan bersabar karena aku wanita. Aku belajar menerima kenyataan dan menghargai apapun yang diberikan untukku sebagai wanita. Sebagai wanita yang rapuh hatinya aku belajar menjadi kuat dan lebih tegar melebihi seorang lelaki. Dan aku akan melangkah sebagai wanita karena kebanggaanku.
mantep..tulisannya obyektif...
BalasHapus